Cara Mendoakan Orang Yang Sudah Meninggal Menurut Muhammadiyah

Cara Mendoakan Orang Yang Sudah Meninggal Menurut Muhammadiyah – Untuk mendoakan orang yang sudah meninggal memang ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Ya, saat ini memang ada beragam budaya islam yang berkembang di Indonesia, salah satunya Muhammadiyah.

Didalam ajaran Muhammadiyah memang melarang kita untuk melaksanakan kegiatan tahlilan. Pasalnya secara umum warga Muhammadiyah menganggap jika tahlilan adalah bid’ah. Dimana mereka meyakini jika melakukan amalan-amalan tertentu yang tidak ada atau tidak diajarkan di zaman Nabi Muhammad SAW adalah perbuatan bid’ah.

Menurut Muhammadiyah untuk mendoakan orang yang sudah meninggal juga bisa lakukan dengan cara lain yakni memanjatkan doa ketika mendengar kabar duka dan membaca surat al-Fatihah setiap kita selesai shalat untuk di hadiahkan kepada orang yang sudah meninggal.

Nah, bagi kamu yang ingin mendoakan orang yang sudah meninggal, kalian bisa melakukan beberapa hal agar tidak bertentangan dengan hukum islam. Untuk lebih lengkapnya lagi mari kita simak penjelasannya berikut ini.

Apakah Boleh Menghadiahkan Al-Fatihah Untuk Orang Yang Sudah Meninggal?

Boleh saja, hal ini seperti yang katakan oleh Ibnu Qoyyum dalam kitab-nya “Ar-Ruh” yang menyatakan bahwa hadiah paling utama diberikan kepada mayyit atau orang yang telah meninggal dunia adalah sedekah, bacaan istighfar dan doa, serta ibadah haji untuknya. Dan dikatakan pula jika bacaan surat Al-Fatihah dan ayat Al-Qur’an lainnya yang dihadiahkan akan sampai pahalanya kepada orang yang sudah meninggal tersebut.

Cara Mendoakan Orang Yang Sudah Meninggal Menurut Muhammadiyah

mendoakan orang yang sudah meninggal

Untuk mendoakan orang yang sudah meninggal memang ada beberapa cara yang bisa kita lakukan seperti halnya membacakan tahlil atau pun surat al-Fatihah kepada orang yang sudah meninggal. Namun ada juga beberapa orang yang mengadakan kegiatan doa bersama untuk mendoakan serta mengirim doa kepada orang yang telah tiada. Dan berikut adalah beberapa cara mendoakan orang yang sudah meninggal menurut Muhammadiyah.

1. Memanjatkan Doa Saat Mendengar Kabar Duka

Untuk cara mendoakan orang yang sudah meninggal yang pertama adalah dengan memanjatkan doa ketika kita mendengar kabar duka. Dan sebagai orang muslim sepantasnya kita membaca doa seperti berikut ini:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un

Artinya, “Sungguh kami milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali.”

Dengan memanjatkan doa tersebut, menunjukan kita sebagai manusia hanya bisa berserah diri dan menerima apa yang sudah menjadi keputusan Alloh SWT, tentang kapan datangnya kematian.

2. Membacakan Surat Al-Fatihah

Berikutnya cara mendoakan orang yang sudah meninggal adalah dengan membacakan surat al-Fatihah. Kami bisa membacakan doa ini ketika kamu sedang melayat ke rumah duka. Dan berikut adalah bacaan surat surat Al-Fatihah ayat 1-7 lengkap dengan artinya.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

“Bismillahirrahmaanirrahiim, alhamdulillahi rabbil aalamiin, arrahmaanirrahiim, maaliki yaumiddiin, iyyaakana’budu wa iyyaaka nasta,iin, ihdinash shiraathal mustaqim, shiraathal ladziina an’amta alaihim, ghairil maaghdhuubi alaihim wa ladh dhaalliin. Amin”.

Artinya: “Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, tuhan seru sekalian alam. Yang maha pengasih dan penyayang. Yang menguasai hari kemudian. Pada-Mu lah aku mengabdi dan kepada-Mu lah aku meminta pertolongan. Tunjukilah kami kejalan yang lurus. Bagaikan jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat. Bukan jalan mereka yang Engkau murkai atau jalannya orang-orang yang sesat.”

Dengan membaca surat al-Fatihah ini Alloh SWT mengajarkan kepada mereka tugas hidup mereka di dunia. Dan memohon pertolongan agar kita ditujukan jalan yang lurus, karena pada dasarnya kelak kita akan kembali pada sang pencipta alam semesta ini.

3. Menyebut Nama Almarhum

Selain dua cara diatas, kita bisa mendoakan orang yang sudah meninggal dengan cara menyebut nama almarhum di setiap doa yang kita panjatkan. Hal ini bertujuan agar doa tersebut jelas untuk siapa. Sementara itu, kita juga bisa menambahkan nama ayah di akhir nama orang yang sudah meninggal.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Imam Nawawi dalam kitab-nya AL Majmu “Pendapat pilihan kami adalah sampainya pahala bacaannya, jika seseorang meminta kepada Alloh untuk menyampaikan pahalanya”. Hal yang sama juga dikatakan oleh Ibnu Shalah dalam Kitab-nya yang berkata “Dan hendaknya ia menjelaskan dengan doanya. itu, kalau ia berdoa untuk si Fulan”.

4. Membaca Doa Tahlil untuk Orang yang Sudah Meninggal

Berikutnya kita juga bisa membacakan doa tahlil untuk orang yang sudah meninggal. Dimana perlu kalian ketahui jika doa tersebut berisi tentang permohonan agar Alloh menerima semua bacaan Al-Qur’an dan zikir tahlil sebagai tambahan amal kebaikan vbagi arwah yang didoakan.

Selain itu doa ini juga berisi tentang permohonan ampunan dan rahmat-Nya untuk ahli kubur yang di doakan. Dimana doa tersebut juga merupakan salah satu cara mendoakan orang yang sudah meninggal. Dan berikut adalah doa tahlil yang bisa kamu bacakan untuk orang yang sudah meninggal.

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ الحَمْدُ قَبْلَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَائِمًا أَبَدًا

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang dilontar. Dengan nama Allah yang maha pengasih, lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam sebagai pujian orang yang bersyukur, pujian orang yang memperoleh nikmat sama memuji, pujian yang memadai nikmat-Nya, dan pujian yang memungkinkan tambahannya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu. Maha suci Engkau, kami tidak (dapat) menghitung pujian atas diri-Mu sebagaimana Kau puji diri sendiri. Hanya bagi-Mu pujian sebelum rida. Hanya bagi-Mu pujian setelah rida. Hanya bagi-Mu pujian ketika Kau meridai kami selamanya.”

Nah, dengan membacakan doa tahlil ini kepada orang yang sudah meninggal, diharapkan Alloh mengampuni segala dosa yang telah dia lalukan di dunia. Dan memberikan kelapangan dalam kuburnya. Sementara itu, kalian juga bisa membaca doa tahlil yang ke dua yakni sebagai berikut:

اَللهُمَّ تَقَبَّلْ وَاَوْصِلْ ثَوَابَ مَاقَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَااسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً

اِلَى حَضْرَةِ حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ اَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاِلَى جَمِيْعِ اِخْوَانِه مِنَ الْاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْاَوْلِيَآءِ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَآءِ الْعَالِمِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا اِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِيِّ

Allaahumma taqobbal wa aushil tsawaba maa qoro’naahu minal qur’aanil ‘azhiimi wamaa hallalnaa wa maa sabbahnaa wa mastaghfarnaa wa maa shollainaa ‘alaa sayyidinaa muhammadin shollalloohu ‘alaihi wa sallama hadiyyatan waashilatan wa rohmatan naazilatan wa barokatan syaamilatan ilaa hadhrotin habiibinaa wa syafii’inaa wa qurroti a’yuninaa sayyidinaa wa maulaanaa muhammadin shollallaahu ‘alaihi wa sallam, wa ilaa jamii’i ikhwaanihii minal anbiyaa’i walmursaliina wal auliyaa’i wasy-syuhadaa’i wash-shoolihiina wash shohaabati wattaabi’iina wal ‘ulamaa’il ‘aalimiina wal mushonnifiinal mukhlishiina wa jamii’il mujaahidiina fii sabiilillaahi robbil’aalamiin, wa malaa’ikatil muqorrobiin.

Artinya:
“Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala al-Quran yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan salawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, iaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh sahabat baginda dalam kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada, orang soleh, para sahabat, para tabiin, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah.”

Doa untuk orang tua yang sudah meninggal menurut muhammadiyah

Meskipun kedua orang tua kita masih ada kita memang diwajibkan untuk mendoakan nya. Apa lagi, jika orang tua kita sudah meninggal maka kita hukumnya wajib untuk selalu mendoakan kedua orang kita. Hal ini sebagai tanda bukti rasa bakti dan sayang kita kepada orang tua yang telah membesarkan kita dari kecil hingga dewasa.

Nah, untuk mendoakan kedua orang tua kita yang masih hidup atau pun sudah tiada. Berikut adalah doa yang bisa kamu baca di setiap kamu habis melaksanakan sholat:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā’i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā’inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddārinā, wa asātidzatinā, wa mu‘allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi ‘alaynā.

Artinya: Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ

Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa‘fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā’ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.

Artinya: Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.

Kesimpulan

Itulah informasi yang dapat sekolah pesantren sampaikan mengenai cara mendoakan orang yang sudah meninggal menurut Muhammadiyah. Memang ada banyak cara untuk kita mendoakan orang yang sudah tidak ada. Namun perlu di ingat! lebih baik kita mendoakan dengan cara yang telah di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW, agar tidak bertentangan dengan hukum Islam.