10 Puisi Tentang Pesantren Pendek Menyentuh Hati

Puisi Tentang Pesantren – Sebagai seorang Santri maupun Santriwati di Pondok Pesantren, terutama yang duduk di bangku SMP dan SMA, pastinya kalian sudah tidak asing lagi dengan Syair Puisi.

Ya, di SMP dan SMA Pondok Pesantren, biasanya di Mata Pelajaran Bahasa Indonesia sudah diajarkan mengenai apa itu Puisi, cara membuat nya, contoh Puisi menyayat hati dan pembahasan lain mengenai karya tersebut.

Nah, untuk para Santri dan Santriwati, kalian bisa bikin Puisi pendek tentang Pesantren, tentang Cinta pada Guru, tentang Kasih Sayang Orang Tua dan berbagai tema Puisi lainnya.

Dan ada juga tema Puisi Berantai tentang Pesantren yang sedang cukup ramai belakangan ini. Berikut kami sudah menyiapkan beberapa referensi Puisi tentang Pesantren pendek menyayat hati.

Puisi Tentang Pesantren

Puisi Tentang Pesantren

Dalam suatu Acara di Pondok Pesantren seperti Milad, Perpisahan, Pentas Seni, Lomba 17 Agustus dan lain sebagainya seringkali Panitia menyediakan waktu untuk Santri dan Santriwati unjuk kebolehan.

Mengenai susunan acara lain-lain atau Hiburan, nanti akan dibacakan oleh MC atau Pembawa Acara. Sedikit informasi, saat ini ada beberapa Pondok Pesantren yang sudah menerapkan teks MC Bahasa Inggris, terutama di Pesantren Modern seperti Pondok Pesantren Al Azhar, Zam-Zam dan lain sebagainya.

Terlepas dari bahasa apapun yang digunakan MC, inti nya ketika dalam sebuah Acara Pesantren, Putra Putri naik ke atas panggung sebagai salah satu penampil, pasti sebagai Orang Tua kalian merasa bangga.

Ada banyak jenis penampilan yang bisa dihadirkan para Santri dan Santriwati, diantaranya bernyanyi Solo, bernyanyi Grup / Band, Tari Tradisional, Dance Modern hingga membacakan Syair Puisi tentang Pesantren yang menyayat hati.

Ada banyak juga pilihan Puisi tentang Pesantren untuk Orang Tua, Guru, Santri maupun Santriwati yang begitu menyentuh hati. Kemudian di beberapa Ponpes Modern, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, biasanya Ustadz atau Ustadzah memberikan tugas untuk membuat Syair Puisi tentang Pesantren.

Jika demikian, kalian bisa melihat beberapa contoh Puisi tentang Pesantren berikut ini sebagai referensi dalam menulis teks Puisi tentang Anak Pesantren :

Puisi Tentang Guru

Pertama ada rekomendasi Puisi Pesantren tentang cinta seorang Santri pada Kyai, Abah atau Pak Guru di Pondok Pesantren.

ABAH

Abah…
Baru kemarin rasanya,
Engkau memompa semangat kami.
Melewati hari-hari.
Dengan senyum dan semangat baru.
Kini kau berangkat kepangkuan-Nya.

Abah…
Pesanmu, masih terekam jelas.
Bersama kita melangkah.
Saling mendukung.
Menuju Nirwana.
Demi agama dan bangsa.
Di bawah bendera besar aswaja.

Abah, pesanmu penuh semangat kala itu.
Tetap tersenyum!
Berikan semangatmu!
Tunjukan potensimu!
Abah mendukungmu!
Terus menginspirasiku.

Abah,
Kami rindu.

=============================

Kiai Mukhalasin

Kiai Mukhalasin namanya.
Matahari dari Salatiga.
Di bawah cahaya Pancasila.
Mendidik generasi bangsa, daku hadur di sana.

Kiaiku.
Hamparan pesanmu mengajarkan hidup penuh usaha.
Jalan terjal harus dipaksa.
Perjuang agama tak kenal menyerah.
Tanpa kata lelah, kata engkau malam itu.

Aku rindu suara engkau saat membaca kitab jalalain.
Menikmati kalam ilahi, kata demi kata.
Jauh dari konflik dunia.
Penuh makna dan tawa.
Harapan bahagia.

Aku terus bermimpi tentang engkau.
Sosok bersahaja.
Datang membawa kitab.
Membalut luka hati yang menganga.
Luka karena cinta dunia.
Membawa daku dalam pelukan surga
Engkau datang membawa aura surga.
Menyelipkan dalam relung tubuh ringkik ini.
Senyumnya masih sama.
Kala itu, di suatu senja.

Mimpi-mimpi tentang engkau terus datang tanpa diminta.
Kadang waktu engkau datang bersepeda
Lalu bercerita.
Keliling asrama.
Aku terbuai olehnya.
Kehilangan pasti.

Seperti angin senja.
Engkau melengkapi suasana.
Sejuk sejak hadirnya.
Bahagia mendengar tawa.
Rindu canda tawa.
Di sudut meja.

Harus dengan apa aku kata.
Sosok engkau luar biasa, guru.
Hadir engkau sempurna.
Mengikat dalam pikiran dan rasa
Sulit untuk menggambarnya.

Takut, begitu adanya
Khawatir kesempuranaan ini sirna.
Hilang tanpa jejak mata.
Terbang bersama sejuta kenangan dan bunga.
Tinggal hati yang durjana.
Terpaku diam melawan rasa.
Izinkan semua diabadikan dalam kata.

Puisi Perpisahan

Kedua, ada juga Puisi Anak Pesantren yang bercerita tentang Perpisahan. Puisi seperti ini cukup menyentuh hati, dan biasanya ditujukan untuk Guru yang sudah tiada atau dibacakan dalam momen Perpisahan Pesantren.

GILA

Kabar kepergian engkau begitu luar biasa.
Bak petir di siang bolong.
Akupun tak siap menerimanya.
Merasa gila.
Berjalan tanpa tujuan.
Tujuan yang hambar.
Badan lunglai.
Penuh keringat.

Pagi itu tanpa isyarat.
Engkau masih penuh semangat.
Bersama udara segar.
Waktu berubah begitu cepat.
Semesta kelam,
Engkau pergi dalam wajah damai.

Aku mencoba kuat.
Meskipun terjatuh berkali-kali.
Netra mengalir tanpa diaba.
Wajah pucat bak sekarat.
Begitu cepat, aku gila.

Puisi Tentang Santri Pesantren

Kemudian untuk para Anak Pesantren, berikut ada beberapa contoh Puisi tentang Santri Pesantren :

SANTRI

Perjuangan yang panjang
Sayatan pedih yang terukir
Bahagia dan duka berlalu
Bersama tawa palsu dan tangis pilu

Rasa sakit yang membeludak
Rasa rindu yang membuncah
Hidup bagai dalam penjara
Terkekang erat aturan

Meski banyak hal sulit yang melelahkan
Meski beratpun tetep bertahan
Disinilah hebat nya perjuangan kami
Sebagai seorang SANTRI!

karya : D_Hope 127

==============================

Pondokku

Suara rintik riuh rumput diterpa angin
Bukit-bukit indah yang tinggi menjulang
Mengelilingi pondokku ini

Senja yang indah mulai tenggelam
Diantara bukit-bukit yang indah menawan
Warna langit yang cerah nan indah
Mengelilingi langit pondokku

Tarik riuh suara ribuan santri mengaji
Sambil menunggu azan maghrib
Hal ini membuatku rindu
Akan suasana pondok pesantren

Semoga aku berumur panjang
Untuk belajar di pesantren lagi

karya : RAZA

Puisi Berantai Tentang Pesantren

Kemudian ada juga jenis Puisi Berantai tentang Pesantren. Puisi semacam ini cukup unik, karena bakal dibacakan oleh sedikitnya 5 orang dan mereka akan membaca teks Puisi Berantai secara bergantian tanpa titik :

PESANTREN KU

Pesantren, tugasmu belum usai,
Dari rahimmu lahir pencerah-pencerah negeri,
Dari dirimu terpancar sinar-sinar Ilahi,
Dari dirimu kemanusiaan dan ketuhanan, melebur menjadi sosok-sosok panutan,
Kau bak mata air bening yang mengalirkan hidayah dan pencerahan Ilahi yang tak bertepi,

Pesantren ku,
Islam kau Indonesiakan, Indonesia kau pancasilakan, Pancasila kau Islamkan,
Jiwaragamu merah putih, semangat mu Allahu Akbar,
Kau benar-benar Indonesia,

Pesantren ku,
Keragaman Indonesia kau mulyakan,
Jatidiri bangsa kau bela hingga akhir nafas mu,
Islam Indonesia kau bahanakan,
Menggelegar kepelosok nusantara,
Menggema disaantero negeri

Pesantren ku,
Kau takpernah silau, tak pernah tertipu oleh tawaran kebahagiaan sunyi
Dari sampah-sampah simbolisme visual,
Yang tecerabut dari akar realitas yang meninabobokan,
Kau istiqomah memilih kesederhanaan,
Kesederhanaan haqiqi yang membahagiakan,
Kebahagiaan yang dirihoi oleh yang maha sederhana,

Pesantren ku,
Air mata benih itu terus mengalir mencerahkan, mencahayakan hakekat kearifan,
Kau penjaga gawang nasionalisme negeri ini,
Kau perawat budaya luhur bangsa ini,
Kau pembimbing suci keimanan umat ini,
Kau tak goyah dihempas badai globalisasi,
Tak tergilas arus modernisasi,
Tak lekang oleh panas,
Tak lapuk oleh hujan,
Karena ayat-ayat suci dan sunah nabi selalu menjadi tarikan nafas suci mu,

Pesantren ku,
Kau tak boleh sembunyi di lorong-lorong sunyi peradaban dan terkurung oleh ruang dan waktu,
Kau tak boleh menjadi penonton cemburu,
Kau harus bertengger di pusaran peradaban,
Karena hakekatnya, kau adalah peradaban itu sendiri,

Pesantren ku
Kau harus jadi pengendali peradaban,
Teguh tak menyerah nafaskan Islam Indonesia
Sumbangsih mu tak terbilang, walau bagianmu terbatas,
Karena keikhlasan mu tak berujung

Darah, nyawa telah kau hibahkan untuk memerdekakan,
Kau harus mengisi kemerdekaan
Tunjukan jatidirimu,
Cahayakan kebenaran,
Tugasmu belum usai,
Pesantren ku.

Dibacakan Oleh :

  • Romahurmuzy
  • Sutardji Calzoum Bachri
  • Fatin Hamama
  • Badriyah Fayumi
  • Ahmadun Yosi Herfanda
  • Helvy Tiana Rosa
  • Inayah Wahid
  • Candra Malik
  • Joko Pinurbo
  • Prie GS
  • Vina Candrawati

Puisi Pesantren Tentang Bulan Ramadhan

Terakhir, Puisi tentang kenikmatan Bulan Suci Ramadhan juga telah kami siapkan di bawah ini :

Menjelang puasa
Aku berpuisi
seperti pagi
seperti Bayi

Bangun dari mimpi,
Memandang halaman daun-daun basah terbenam
Kusapu dengan kalam Tuhan
lidi-lidi abjad selawat

Mengumpulkan rindu pada hadiratnya
Aku debu basah di tanah Al Mustafa
Melekat cinta, memasrah batin
untuk hari yang suci

=========================

KU DENGAR ADZAN ITU

Maghrib itu begitu cinta aku padanya
Seupa nasi masuk ke dalam hati
Menjadi selawat yang menyejukkan hidupku
Tak ada yang lebih indah dari azan itu

Suara yang memanggil namamu di dadaku
Aku gemetar aku rindu
Aaktu seolah melesat ke masa lalu
memandangmu tersenyum padaku

========================

MALAM TARAWIH

Malam itu tak ada yang lebih nikmat
kecuali mengikuti sunahmu
Sebelas rekaat atau dua puluh tiga
sama saja di hadapan Tuhan
yang penting hati senantiasa menyimpan
cinta padamu kanjeng Nabi di malam itu
Aku pun tersungkur lupa diri
yang kuingat hanya namaMu,
hanya engkau, hanya rindu

KESIMPULAN

Demikianlah rekomendasi dari Sekolahpesantren.id mengenai Puisi tentang Pesantren dengan tema kasih sayang Santri pada Guru nya, Cinta Santri pada Orang Tua, Puisi Cinta para Santri, Perpisahan dan lain sebagainya.

Silahkan, kalian tinggal pilih Puisi mana yang ingin dibacakan atau di contoh sebagai referensi pembuatan Puisi tentang Pesantren untuk mengerjakan tugas Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren.